Timika, TF – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya aparatur tidak hanya dari aspek profesionalisme, tetapi juga pembinaan karakter dan spiritualitas. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Ibadah Oikumene bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Mimika yang berlangsung di Kapela St. Benediktus, Kompleks Pusat Pemerintahan SP 3, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan yang difasilitasi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika ini menjadi wadah pembinaan rohani bagi ASN agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Bagian Kesra Setda Mimika, Natalia Nempa, S.E., M.Si., mengatakan bahwa pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk karakter ASN yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik.
Menurutnya, melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin, ASN tidak hanya memperoleh penguatan iman, tetapi juga diingatkan untuk senantiasa mengedepankan nilai kasih, kerendahan hati, dan semangat melayani dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan.
“Ibadah Oikumene ini menjadi bagian dari upaya membangun ASN yang tidak hanya kompeten dalam bekerja, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai moral serta spiritual,” ujarnya.
Selain menjadi sarana refleksi dan pembinaan rohani, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan antarpegawai lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sehingga mampu mendukung terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan kolaboratif.
Pelaksanaan ibadah kali ini melibatkan sejumlah OPD sebagai panitia penyelenggara, antara lain Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Mimika, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), serta Distrik Mimika Baru.
Pemkab Mimika berharap pembinaan spiritual yang dilaksanakan secara berkelanjutan dapat menjadi fondasi dalam membangun budaya kerja ASN yang profesional, berintegritas, dan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.