Disnakertrans Mimika Imbau Pencaker Waspada, Jangan Tertipu Lowongan Berbayar

Timika, TF – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mimika, Paulus Yanengga, mengimbau seluruh pencari kerja (pencaker) agar lebih berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan yang meminta sejumlah uang sebagai syarat penerimaan.

Imbauan tersebut disampaikan Paulus Yanengga kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/6/2026), menyusul adanya kasus dugaan penipuan berkedok perekrutan tenaga kerja yang menimpa ratusan pencari kerja di Kabupaten Mimika.

Paulus menegaskan, masyarakat diminta terlebih dahulu memastikan legalitas setiap penyelenggara rekrutmen sebelum mengikuti proses seleksi. Jika menemukan lowongan yang mencurigakan atau terdapat permintaan pembayaran dalam jumlah tertentu, pencari kerja diminta segera menghubungi Disnakertrans Mimika untuk memperoleh informasi yang benar.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan pihak-pihak yang menawarkan pekerjaan dengan meminta sejumlah uang. Jika ada keraguan, silakan datang atau menghubungi Disnakertrans untuk memastikan legalitas dan kebenaran informasi tersebut,” kata Paulus.

Ia juga membuka ruang bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses informasi untuk memanfaatkan media yang turut menyebarluaskan berita ini. Nantinya, pihak media dapat membantu melakukan konfirmasi kepada Disnakertrans sebelum informasi tersebut disampaikan kembali kepada masyarakat.

Menurut Paulus, langkah tersebut penting agar ruang gerak pelaku penipuan semakin sempit dan kasus serupa tidak terus berulang sehingga merugikan para pencari kerja.

Imbauan tersebut disampaikan setelah muncul kasus dugaan penipuan berkedok perekrutan tenaga kerja di lingkungan PT Freeport Indonesia yang diduga telah menelan banyak korban. Sedikitnya 178 hingga 187 pencari kerja di Kabupaten Mimika dilaporkan menjadi korban dengan total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Koordinator Asosiasi Pencari Kerja Cenderawasih Mimika (Apelcami Cartenz Mimika), Sekfamner Deki Krobo, yang hampir menjadi salah satu korban, mengatakan para pencari kerja dijanjikan dapat diterima pada sejumlah posisi, mulai dari sekuriti, welder, admin hingga asisten rumah tangga (ART). Untuk meloloskan peserta, pelaku diduga meminta uang dengan nominal bervariasi mulai Rp500 ribu hingga Rp16 juta.

“Saya sendiri sempat diminta membayar Rp500 ribu dengan janji bisa masuk sebagai sekuriti, tetapi uang itu sudah dikembalikan. Namun, masih banyak korban lain yang uangnya belum kembali,” ujar Deki kepada wartawan.

Menurutnya, pelaku menjalankan aksinya dengan mencatut nama PT Unitras serta menyebarkan undangan kegiatan bertajuk “Family Gathering” yang diklaim akan dilaksanakan di Hotel Horison Ultima. Undangan tersebut digunakan untuk meyakinkan para pencari kerja bahwa proses perekrutan yang dilakukan merupakan kegiatan resmi.

“Acara di hotel itu sampai sekarang tidak pernah terlaksana. Korban terus menunggu, tetapi tidak ada kejelasan. Dari situ mulai muncul kecurigaan bahwa mereka telah ditipu,” katanya.

Deki menjelaskan, pembayaran dilakukan baik secara tunai maupun melalui transfer menggunakan rekening SeaBank. Dari hasil pendataan Apelcami Cartenz Mimika, jumlah korban yang berhasil diidentifikasi mencapai antara 178 hingga 187 orang.

Ia mengungkapkan, salah satu terduga pelaku berinisial EA alias Kasel yang diduga berperan sebagai admin grup perekrutan telah diamankan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Polres Mimika. Namun, pihaknya meminta kepolisian tidak berhenti pada satu orang saja.

“Kami berharap semua yang terlibat dapat diungkap. Ada pihak yang merekrut peserta di lapangan dan beberapa nama lain yang muncul dalam grup komunikasi. Kami ingin kasus ini diusut sampai tuntas,” ujarnya.

Selain meminta para pelaku diproses secara hukum, para korban juga berharap seluruh uang yang telah mereka setorkan dapat dikembalikan.

Sebagai langkah lanjutan, Apelcami Cartenz Mimika bersama para korban berencana melakukan audiensi dengan Disnakertrans Kabupaten Mimika pada pekan depan. Pertemuan tersebut bertujuan menyerahkan bukti tambahan, memperkuat laporan yang telah dibuat, serta mendorong percepatan penanganan perkara oleh pihak kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik Polres Mimika masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus dugaan penipuan berkedok perekrutan tenaga kerja tersebut. [Linthon]

Scroll to Top