Polres Mimika Selidiki Penganiayaan Berat di Jalan Perintis, Satu Korban Kritis

Timika, TF – Kepolisian Resor (Polres) Mimika terus memburu pelaku penganiayaan berat menggunakan senjata tajam jenis kapak yang mengakibatkan seorang petugas keamanan swasta kritis di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Kasus tersebut terjadi di Jalan Perintis, Distrik Mimika Baru, pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 00.30 WIT. Korban diketahui berinisial Y.P.R (33), sedangkan terduga pelaku utama telah diidentifikasi sebagai Y.K.

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengatakan Satreskrim Polres Mimika masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif pertikaian sekaligus mengejar keberadaan pelaku.

“Satreskrim Polres Mimika masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif pertikaian serta mengejar keberadaan terduga pelaku Y.K,” kata Hempy, Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, insiden bermula ketika korban bersama sejumlah rekannya sedang mengonsumsi minuman keras di teras sebuah rumah di Jalan Perintis. Situasi kemudian memanas setelah terjadi adu mulut dengan sekelompok orang yang datang ke lokasi.

Kelompok tersebut sempat meninggalkan tempat kejadian, namun tidak lama kemudian kembali dan memicu keributan. Saat konfrontasi berlangsung, salah seorang dari kelompok penyerang menyerahkan kapak kepada Y.K yang kemudian bertindak agresif.

Menurut Hempy, korban yang awalnya berada di dalam rumah keluar untuk melihat situasi. Saat itu, Y.K sempat mengayunkan kapak ke arah salah seorang rekan korban, namun tidak mengenai sasaran. Tidak lama kemudian korban terpeleset dan terjatuh, sehingga pelaku langsung mengayunkan kapak ke arah korban yang berada dalam posisi tidak berdaya.

Usai kejadian, rekan-rekan korban melakukan perlawanan menggunakan parang sehingga kelompok pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian. Polisi kemudian memperoleh identitas pelaku setelah saksi memberikan keterangan.

Polres Mimika mengimbau seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balasan yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Scroll to Top