Disperindag Mimika Optimalkan Penataan Pasar Demi Genjot PAD

Timika, TF – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Provinsi Papua Tengah optimistis target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi Pasar Sentral Timika sebesar Rp2,2 miliar pada 2026 dapat tercapai. Hingga akhir Juni 2026, realisasi penerimaan telah menembus Rp1,005 miliar atau 45,71 persen dari target tahunan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Matius Way, mengatakan capaian tersebut didorong oleh meningkatnya penerimaan dari tiga sumber retribusi, yakni retribusi pelayanan pasar, pelayanan persampahan, dan parkir.

“Kami yakin target tahun 2026 dapat tercapai, karena saat ini pencetakan karcis retribusi masuk pasar terus mengalami peningkatan,” kata Matius di Timika, Kamis.

Berdasarkan data Disperindag, retribusi pelayanan persampahan ditargetkan sebesar Rp100 juta pada 2026. Hingga Juni, realisasinya telah mencapai Rp38,8 juta atau 38,8 persen.

Sementara itu, retribusi penyediaan tempat usaha ditargetkan Rp600 juta, dengan realisasi Rp322,06 juta atau 53,68 persen. Adapun retribusi penyediaan tempat parkir menjadi penyumbang terbesar, dengan target Rp1,5 miliar dan realisasi Rp644 juta atau 42,99 persen.

Selain mengoptimalkan penerimaan daerah, Disperindag juga terus melakukan pembenahan tata kelola Pasar Sentral Timika. Penataan dilakukan mulai dari penempatan pedagang, pengelolaan persampahan hingga peningkatan fasilitas pendukung.

Matius menjelaskan, pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif dalam menata pedagang, termasuk mengajak para pedagang yang sebelumnya berjualan di luar area pasar untuk menempati lapak di dalam gedung pasar.

Selain itu, lokasi penjualan daging babi telah dipindahkan ke gedung baru, sedangkan bangunan lama kini dimanfaatkan sebagai tempat berjualan bagi mama-mama Papua yang menjajakan noken.

“Ketika saya ditunjuk menangani pasar, kami mulai melakukan penataan secara bertahap. Kami mengajak mama-mama yang berjualan di luar agar masuk ke dalam pasar, memindahkan pasar daging babi ke gedung baru, dan gedung lama digunakan untuk mama-mama Papua menjual noken,” ujarnya.

Saat ini, Disperindag juga tengah membangun pintu utama pagar masuk Pasar Sentral Timika. Pintu masuk dipusatkan di bagian tengah pasar dengan jalur masuk dan keluar yang terpisah guna memudahkan pengawasan sekaligus meningkatkan ketertiban aktivitas perdagangan.

“Pemindahan pintu masuk ke bagian tengah merupakan aspirasi masyarakat. Dengan jalur masuk dan keluar yang terpusat, petugas lebih mudah melakukan pengawasan di satu titik,” kata Matius.

Ia menambahkan, pembenahan fasilitas pasar terus dilakukan agar berbagai keluhan pedagang dapat ditangani dengan cepat. Saat ini, jumlah pedagang yang beraktivitas di Pasar Sentral Timika diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang.

Scroll to Top