BPBD Mimika Kemas Edukasi Kebencanaan dengan Kuis Berhadiah, Peserta Antusias Ikuti Materi

Timika, TF – Suasana kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kebencanaan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika di Aula Kantor Distrik Mimika Timur, Kamis (16/7/2026), berlangsung meriah dan penuh antusias.

Selain mendapatkan materi dari Plt Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Dalag Agustina Rahaded, S.Sos., M.Si., bersama para kepala bidang dan staf BPBD, peserta juga diajak berpartisipasi aktif melalui sesi diskusi dan kuis seputar materi kebencanaan yang telah disampaikan.

Secara bergantian, para narasumber melemparkan berbagai pertanyaan kepada peserta. Mereka yang mampu menjawab dengan benar langsung memperoleh hadiah menarik berupa satu rak telur, beras lima kilogram, dan satu renteng kopi bubuk.

Tak hanya itu, BPBD Mimika juga menyiapkan bingkisan berupa tumbler serta uang saku bagi seluruh peserta yang mengikuti kegiatan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Metode penyampaian materi yang dipadukan dengan sesi kuis membuat suasana sosialisasi menjadi lebih hidup. Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, bahkan saling berlomba memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan para pemateri.

Plt Kepala BPBD Mimika, Dalag Agustina Rahaded, mengatakan pendekatan yang interaktif tersebut sengaja diterapkan agar materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diingat oleh masyarakat.

Menurutnya, edukasi kebencanaan tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

“Kami berharap seluruh peserta dapat menjadi penyambung informasi di lingkungan masing-masing. Apa yang diperoleh hari ini hendaknya diterapkan dan dibagikan kepada keluarga maupun warga lainnya agar semakin banyak masyarakat yang memahami langkah-langkah mitigasi bencana,” katanya.

Melalui kegiatan KIE ini, BPBD Mimika berharap budaya sadar bencana terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga dampak yang ditimbulkan ketika terjadi bencana dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan dan kepedulian bersama terhadap lingkungan.

Scroll to Top