120 Jemaah Haji Mimika Dilepas, Bupati Tekankan Makna Perjalanan Suci

Timika, TF – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Graha Eme Neme Yauware, Selasa (28/4/2026), saat Pemerintah Kabupaten Mimika secara resmi melepas 120 calon jemaah haji yang akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong sebagai penanda dimulainya perjalanan spiritual menuju Baitullah.

Mengusung tema “Langkah Suci Menuju Baitullah Mengharap Ridha Ilahi”, prosesi pelepasan tahun ini juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan haji yang inklusif melalui konsep Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.

Momentum penuh makna itu ditandai dengan penyematan syal serta penyerahan koper kepada jemaah tertua, ST Habubah Latif Mangesa (90 tahun), dan jemaah termuda, Riswandy Syarifudin (18 tahun). Simbol tersebut menjadi representasi kesiapan lahir dan batin para tamu Allah dalam menapaki perjalanan ibadah suci.

Tak hanya itu, penyerahan bendera pataka Merah Putih dan pataka Kementerian Haji dan Umrah kepada Petugas Haji Daerah (PHD) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIUH) turut menjadi simbol amanah besar dalam mendampingi para jemaah selama berada di Tanah Suci.

Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Mekkah, melainkan panggilan spiritual yang membutuhkan kesiapan menyeluruh—baik kesehatan, kesabaran, maupun keikhlasan hati.

“Ibadah haji adalah perjalanan suci yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Saya berharap seluruh jemaah menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk beribadah dengan sebaik-baiknya,” ujar Bupati.

Ia juga mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kelancaran selama perjalanan, dimudahkan dalam setiap rangkaian ibadah, dan kembali ke Mimika dalam keadaan sehat sebagai haji yang mabrur.

Tahun ini, Kabupaten Mimika memberangkatkan 120 jemaah yang didampingi tiga petugas resmi, terdiri atas satu petugas layanan kesehatan, satu pembimbing ibadah kloter, dan satu pembimbing dari KBIUH, sehingga total rombongan mencapai 123 orang.

Seluruh jemaah telah melalui serangkaian tahapan penting, mulai dari proses administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga bimbingan manasik haji sebagai bekal untuk menjalankan ibadah secara mandiri dan tertib di Tanah Suci.

Keberangkatan dijadwalkan dalam dua gelombang dari Timika menuju Embarkasi Makassar. Gelombang pertama akan diberangkatkan pada 29 April 2026, diawali dengan pawai syiar dari halaman Eme Neme Yauware menuju Bandara Mozes Kilangin. Sementara gelombang kedua dijadwalkan pada 10 Mei 2026, sebelum masuk Asrama Haji dan terbang ke Tanah Suci pada 12 Mei 2026.

Seluruh jemaah haji asal Mimika tergabung dalam Kloter UPG 29 yang akan diberangkatkan dari Embarkasi Makassar menuju Mekkah.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mimika, Muhammad Hilal, menjelaskan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini berfokus pada pelayanan yang lebih inklusif, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.

“Pendampingan khusus telah disiapkan agar seluruh jemaah, terutama kelompok rentan, dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan penuh ketenangan. Petugas juga diarahkan untuk memberikan layanan prioritas dan memastikan akses yang memadai selama proses ibadah berlangsung,” jelasnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya kontribusi Dinas Kesehatan yang membantu pembiayaan pemeriksaan kesehatan jemaah, sehingga seluruh tahapan persiapan dapat berjalan optimal.

Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, panitia penyelenggara, tenaga kesehatan, serta dukungan masyarakat dinilai menjadi kunci sukses penyelenggaraan haji tahun ini.

Pelepasan jemaah haji ini bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pelayanan umat. Di balik keberangkatan menuju Tanah Suci, tersimpan harapan besar agar para jemaah kembali membawa keberkahan, menjadi teladan, dan memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat Mimika.

Selamat menunaikan ibadah haji. Semoga seluruh perjalanan penuh keberkahan, perlindungan, dan ridha dari Allah SWT.

Scroll to Top