Timika, TF – Upaya memperkuat literasi digital di kalangan generasi muda, khususnya santri, mendapat dukungan penuh dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Dalam audiensi bersama Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Jawa Tengah di Istana Wakil Presiden, Selasa (28/04/2026), Wapres menegaskan pentingnya penguasaan teknologi digital sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) sekaligus penjaga stabilitas nasional di era modern.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan transformasi digital di kalangan pemuda, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan penguatan SDM berbasis teknologi sebagai salah satu prioritas utama pemerintahan.
Sekretaris Wilayah PW GP Ansor Jawa Tengah, Husein Ahmadi, mengungkapkan bahwa Wapres menaruh perhatian besar terhadap pentingnya ruang digital sebagai arena strategis yang tidak hanya mendorong kemajuan bangsa, tetapi juga menjaga persatuan dan stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Beliau menyampaikan bahwa saat ini kita memang harus serius fokus pada sektor digital. Dunia maya bukan hanya ruang komunikasi, tetapi juga ruang strategis untuk menjaga stabilitas bangsa. Kaum muda harus hadir di sana, mengambil peran positif, dan ikut menjaga persatuan melalui forum-forum digital,” ujar Husein usai pertemuan.
Sebagai bentuk konkret dari komitmen tersebut, GP Ansor Jawa Tengah memaparkan program prioritas pembangunan Laboratorium Santri Digital, sebuah inisiatif yang dirancang untuk membuka akses pembelajaran teknologi bagi kalangan pesantren dan generasi muda. Program ini juga akan diperkuat dengan pelatihan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) guna meningkatkan daya saing SDM santri di tengah perkembangan zaman.
Menurut Husein, generasi muda—terutama Gen Z—harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan bangsa melalui penguasaan teknologi, bukan sekadar menjadi pengguna pasif.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Anak-anak muda harus menjadi aktor utama dalam transformasi ini. Karena itu, laboratorium santri digital menjadi langkah nyata untuk menyiapkan SDM unggul dari lingkungan pesantren,” jelasnya.
Menanggapi paparan tersebut, Wapres Gibran menyambut positif dan mendorong agar program tersebut segera diwujudkan melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Ia bahkan membuka peluang agar pelatihan AI dapat dilaksanakan secara lebih luas di Jawa Tengah sebagai bagian dari pemerataan transformasi digital nasional.
“Alhamdulillah, Bapak Wakil Presiden merespons sangat baik. Beliau mendorong agar program ini segera ditindaklanjuti bersama Bapak Gubernur Jawa Tengah agar dapat terbangun kolaborasi nyata untuk merealisasikan Laboratorium Santri Digital,” kata Husein.
GP Ansor Jawa Tengah berharap, pasca pertemuan ini akan terbangun komunikasi lintas sektor yang mampu mempercepat realisasi program tersebut, sehingga pesantren dapat menjadi pusat pengembangan teknologi dan inovasi bagi generasi muda Indonesia.
Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua PW Ansor Jateng Muhammad Shidqon Prabowo, Kepala Banser Jawa Tengah Muhammad Azil Maskur, Bendahara PW Ansor Jateng Abdur Rahman, Wakil Ketua Bidang Organisasi Tsalis Syaifuddin, serta Wakil Ketua Bidang Media dan Informasi M. Nur Huda.
Dengan dukungan pemerintah pusat, program ini diharapkan menjadi model penguatan literasi digital berbasis pesantren yang dapat direplikasi secara nasional, sekaligus menegaskan bahwa masa depan transformasi digital Indonesia juga lahir dari ruang-ruang pendidikan keagamaan. [Linthon]