Pemkab Mimika Gerak Cepat Tangani Longsor Banti-Kimbeli, Akses ke RS Waa Banti Segera Dipulihkan

Timika, TF – Pemerintah Kabupaten Mimika bergerak cepat merespons bencana longsor yang memutus jalur penghubung antara wilayah Banti dan Kimbeli di Distrik Tembagapura. Jalur tersebut merupakan akses vital masyarakat, termasuk menuju Rumah Sakit Waa Banti, sehingga percepatan penanganan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa tim telah diterjunkan langsung ke lapangan untuk memantau kondisi terkini pascabencana yang terjadi pada Sabtu malam, 25 April 2026. Pemerintah juga telah melakukan koordinasi intensif dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) guna mempercepat proses normalisasi jalan yang terdampak.

“Sudah ada koordinasi dengan Freeport, dan kemungkinan besok pengerjaan jalan selesai. Kami juga sudah menyalurkan bantuan bagi warga yang sempat terisolasi hari ini,” ujar Bupati saat ditemui di Gedung Eme Neme Yauware, Selasa (28/4/2026).

Menurut Johannes Rettob, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga memastikan kondisi masyarakat di sekitar lokasi longsor tetap aman dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama akses transportasi terganggu.

Menanggapi informasi mengenai tenaga kesehatan (nakes) di RS Waa Banti yang disebut meminta evakuasi karena material longsor mulai mendekati kawasan pemukiman, Bupati menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kondisi tersebut.

Ia menegaskan bahwa seluruh informasi harus dipastikan langsung melalui tim di lapangan agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Kami belum tahu soal permintaan evakuasi itu. Nanti kita tunggu tim di lapangan mengecek langsung. Kita harus pastikan dulu kondisinya, karena kadang banyak informasi yang berkembang tanpa data yang jelas. Intinya tim sudah naik untuk meninjau semua keluhan di sana,” tegasnya.

Bupati juga membantah kabar yang beredar bahwa material longsor telah memasuki area Rumah Sakit Waa Banti. Berdasarkan laporan sementara dari lapangan, situasi masih dinilai aman dan terkendali.

“Belum ada informasi soal itu. Sampai sekarang laporan resmi dari PT Freeport juga belum menyebutkan kondisi seperti yang didesas-desuskan di Mimika. Kondisi di sana aman, bahkan akses jalan sudah mulai membaik dan targetnya besok rampung,” tambahnya.

Sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi memicu longsor yang menggerus struktur tanggul di sekitar jalur Banti-Kimbeli. Dampaknya, sebagian badan jalan ambrol dan kendaraan tidak dapat melintas. Meski demikian, jalur tersebut masih dapat dilalui pejalan kaki dengan tingkat kewaspadaan tinggi.

Untuk mempercepat penanganan, tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Distrik Tembagapura, PT Freeport Indonesia, Polsek Tembagapura, dan Brimob Batalyon B terus melakukan perbaikan darurat di lokasi terdampak.

Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan langsung sesuai instruksi Bupati Mimika, guna memastikan proses perbaikan berjalan maksimal.

“Kami sudah pantau langsung. Pengerjaan jalan oleh tim PT Freeport Indonesia sudah dilakukan sejak kemarin hingga hari ini. Harapannya, jalan utama ini segera bisa dilewati kembali oleh masyarakat, terutama karena ini akses vital menuju Rumah Sakit Waa Banti,” jelas Dev.

Pemulihan akses Banti-Kimbeli menjadi sangat penting karena jalur tersebut merupakan urat nadi mobilitas warga, distribusi logistik, hingga pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah pegunungan Tembagapura.

Pemerintah Kabupaten Mimika berharap proses normalisasi dapat segera selesai sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. Di tengah kondisi tersebut, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh isu yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan pihak terkait.

Scroll to Top