Timika, TF – Kabupaten Mimika kembali mencatatkan capaian di tingkat nasional. Bupati Mimika, Johannes Rettob, menerima penghargaan KWP Awards 2026 dari Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP), Kamis (16/4/2026), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Penghargaan ini diberikan dalam kategori Kepala Daerah Fokus pada Inovasi Daerah untuk Kesejahteraan, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mendorong inovasi pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat.
Dalam ajang tersebut, Johannes Rettob akan menerima penghargaan bersama sejumlah tokoh penting nasional, di antaranya Kapolri, Panglima TNI, Jaksa Agung, serta pimpinan DPR RI, MPR RI, dan DPD RI. Selain itu, sejumlah gubernur dan bupati dari berbagai daerah di Indonesia juga turut menerima penghargaan serupa.
KWP Awards 2026 sendiri digelar di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, dengan mengusung tema “Mengawal Perjuangan, Mengapresiasi Dedikasi, Bersama Mewujudkan Indonesia Emas.” Ajang ini menjadi bentuk apresiasi kepada tokoh nasional dan kepala daerah yang dinilai berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari, meliputi registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, hingga sambutan dari panitia, dewan juri, dan pimpinan DPR RI.
Selain Bupati Mimika, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah kepala daerah lainnya, di antaranya Gubernur Banten Andra Soni, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal, serta Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua.
Ajang ini turut dimeriahkan dengan penampilan seni budaya, hiburan musik, serta pemutaran video nominasi sebagai bentuk apresiasi terhadap para penerima penghargaan.
KWP Awards merupakan agenda tahunan yang digagas Koordinatoriat Wartawan Parlemen sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para pemimpin dalam menjalankan fungsi pemerintahan, legislasi, serta pelayanan publik.
Melalui ajang ini, KWP berharap para penerima penghargaan dapat terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, legislatif, dan media dalam membangun bangsa. [Evan]