Berawal dari Hobi, Ronaldo Wijaya Bangun Goldstone Mini Soccer dengan Mimpi Besar untuk Papua

Timika, TF – Tidak semua investasi lahir dari perhitungan bisnis semata. Ada pula yang berawal dari sebuah hobi, kegelisahan, dan keinginan menghadirkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Itulah yang melatarbelakangi Ronaldo Wijaya membangun Goldstone Mini Soccer, arena mini soccer premium yang kini hadir di Kabupaten Mimika.

Sebagai pecinta sepak bola, Ronaldo mengaku hampir setiap pekan menghabiskan waktunya bermain bersama teman-teman. Dari pengalaman itulah ia menyadari bahwa Timika belum memiliki arena mini soccer yang benar-benar mampu memberikan kenyamanan saat bermain. Kondisi tersebut perlahan menumbuhkan tekad untuk membangun sebuah lapangan yang tidak hanya layak digunakan, tetapi juga memiliki kualitas terbaik.

Keinginan itu kemudian diwujudkan bersama rekan sekaligus partnernya, Adit. Keduanya sepakat membangun Goldstone Mini Soccer dengan investasi sekitar Rp4,5 miliar, sebuah angka yang mencerminkan keseriusan mereka dalam menghadirkan fasilitas olahraga berkualitas bagi masyarakat.

Bagi Ronaldo, kualitas sebuah lapangan tidak cukup dinilai dari penampilannya. Yang terpenting justru berada pada struktur yang menopang lapangan tersebut. Karena itu, setiap tahapan pembangunan Goldstone dirancang dengan cermat agar menghasilkan permukaan bermain yang nyaman sekaligus membantu mengurangi risiko cedera.

Area permainan sengaja tidak menggunakan beton. Material beton hanya diaplikasikan pada bagian tepi sebagai konstruksi drainase agar sistem pembuangan air bekerja dengan optimal. Setelah itu, struktur lapangan disusun secara bertahap menggunakan karpet karet hitam, sertu, batu chipping, pasir silika berkualitas yang didatangkan dari Lampung, hingga ditutup menggunakan rumput sintetis premium 13.000 Dtex yang diimpor langsung dari China.

Untuk pengadaan rumput sintetis saja, anggaran yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp1 miliar. Sementara itu, penggunaan rubber granule juga menjadi perhatian khusus. Komposisinya diperhitungkan agar permukaan lapangan memiliki daya cengkeram yang baik, tidak licin saat digunakan, menjaga elastisitas rumput sintetis, sekaligus memberikan kenyamanan ketika pemain berlari, bermanuver, maupun terjatuh.

Seluruh proses tersebut menghasilkan lapangan berukuran penuh 60 × 40 meter, menjadikan Goldstone Mini Soccer sebagai satu-satunya arena mini soccer di Papua dengan dimensi tersebut. Ukuran ini memberikan ruang bermain yang lebih luas dan nyaman sehingga sangat ideal untuk pertandingan kompetitif, latihan, maupun penyelenggaraan turnamen.

Tidak hanya mengutamakan kualitas lapangan, Goldstone juga dibangun dengan fasilitas yang lengkap untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pemain dan pengunjung. Arena ini dilengkapi dengan bench atau bangku cadangan, tribun penonton yang nyaman, ruang ganti, tempat salat, fasilitas toilet yang bersih dan representatif, hingga area playground bagi anak-anak. Konsep tersebut menjadikan Goldstone bukan sekadar arena olahraga, tetapi juga ruang berkumpul yang ramah bagi keluarga.

Meski Goldstone kini telah berdiri megah di Timika, Ronaldo Wijaya mengaku perjalanan yang ia impikan masih sangat panjang.
Menurutnya, arena ini hanyalah langkah pertama dari sebuah visi yang lebih besar. Ia memiliki keinginan untuk menghadirkan Goldstone Mini Soccer di berbagai kota besar di Papua agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati fasilitas olahraga dengan kualitas yang sama seperti di Timika.

Ronaldo percaya bahwa tersedianya arena yang baik akan menjadi fondasi penting bagi berkembangnya mini soccer di Tanah Papua. Dengan semakin banyak lapangan yang memenuhi standar kualitas, kesempatan masyarakat untuk berolahraga, berkompetisi, dan mengembangkan kemampuan juga akan semakin terbuka.

Dari Timika untuk Papua, Ronaldo Wijaya Ingin Menghadirkan Liga Mini Soccer Papua

Lebih dari itu, Ronaldo juga menyimpan sebuah mimpi pribadi yang ingin diwujudkannya di masa mendatang, yakni menghadirkan Liga Mini Soccer Papua.

Menurutnya, Papua memiliki banyak talenta sepak bola yang membutuhkan ruang untuk berkembang. Kehadiran kompetisi yang berlangsung secara rutin dan berjenjang diyakini akan menjadi wadah bagi lahirnya pemain-pemain berkualitas sekaligus memperkuat budaya olahraga di daerah.

Dalam bayangannya, setiap kota yang memiliki Arena Goldstone Mini Soccer nantinya dapat menyelenggarakan kompetisi lokal. Tim-tim terbaik dari masing-masing daerah kemudian dipertemukan dalam sebuah liga tingkat Papua yang menjadi ajang bergengsi bagi komunitas, sekolah, instansi pemerintah, perusahaan, maupun klub-klub mini soccer dari seluruh wilayah.

Ronaldo meyakini bahwa kompetisi tidak hanya melahirkan prestasi di atas lapangan. Turnamen olahraga juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui kehadiran pelaku UMKM, membuka peluang usaha di sektor jasa dan event, serta menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan energi mereka.

Bagi Ronaldo Wijaya, Goldstone Mini Soccer bukan sekadar tempat bermain sepak bola. Arena ini adalah awal dari sebuah perjalanan panjang untuk menghadirkan fasilitas olahraga yang berkualitas, membangun ekosistem mini soccer yang lebih profesional, dan suatu hari nanti mewujudkan impian menghadirkan Liga Mini Soccer Papua sebagai kebanggaan masyarakat di Tanah Papua. [Linthon]

Scroll to Top