Timika, TF – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, masih berada dalam kondisi rawan pasca bentrokan antar kelompok warga yang terjadi pada Kamis (16/04/2026). Konflik tersebut menelan satu korban jiwa, memicu ketegangan lanjutan di lapangan.
Korban meninggal dunia diketahui berinisial TN, berasal dari kelompok Niwigalen. Jenazah korban telah ditangani pihak keluarga melalui prosesi kremasi atau bakar secara adat, sesuai tradisi setempat.
Sejak Jumat pagi (17/04/2026), aparat gabungan dari Polres Mimika, Brimob Batalyon B Mimika, serta pleton Dalmas langsung disiagakan untuk mengendalikan situasi. Pengamanan dipimpin oleh Iptu Dominggus Maspaitela dengan fokus patroli di sejumlah titik rawan yang berpotensi terjadi bentrokan susulan.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa di Jalur 1, tepatnya di sekitar lapangan terbuka depan kediaman Noap Dang, kelompok kecil warga tampak beristirahat usai aksi saling serang. Namun di lokasi lain, ketegangan justru meningkat.
Massa dari kelompok Niwigalen terlihat berkumpul dalam jumlah besar di lapangan terbuka, menyampaikan orasi disertai teriakan bernada provokatif yang mengindikasikan adanya keinginan untuk melakukan aksi balasan.
Di sisi lain, pergerakan massa juga terpantau dari kelompok Kios Panjang yang berjalan kaki menuju kediaman Waimum Noap di Jalur 1. Sementara itu, warga dari kelompok Dang dilaporkan masih bersiaga di sekitar basis mereka dengan membawa alat tajam tradisional seperti busur dan anak panah.
Situasi semakin kompleks setelah kelompok Kios Panjang dan Dang melakukan orasi kemenangan menyusul konfirmasi adanya korban jiwa dari pihak lawan. Hal ini memperbesar potensi konflik lanjutan jika tidak segera diredam.
Upaya meredam eskalasi juga dilakukan melalui koordinasi lintas pihak. Pada pukul 12.00 WIT, Kepala Distrik Tembagapura bersama Kepala Distrik Kwamki Narama mendatangi Mapolsek Kwamki Narama untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan guna mencari langkah penanganan yang tepat.
Aparat keamanan terus mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu maupun ajakan yang dapat memperkeruh suasana. Stabilitas keamanan di wilayah tersebut menjadi prioritas utama guna mencegah jatuhnya korban tambahan.
Polres Mimika memastikan akan terus memantau perkembangan situasi secara intensif dan mengambil langkah-langkah strategis demi menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di Distrik Kwamki Narama.
Ketegangan yang masih terasa di lapangan menjadi pengingat bahwa konflik horizontal tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga berpotensi meluas jika tidak segera dikelola dengan pendekatan keamanan dan dialog yang tepat.