Timika, TF – Pemerintah Kabupaten Mimika terus memperkuat perencanaan pembangunan daerah melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), baik untuk skema Otonomi Khusus (Otsus), Dana Tambahan Infrastruktur (DTI), maupun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) pada salah satu hotel yang ada dikota Timika, Selasa (31/04/2026).
Berdasarkan surat Bupati Mimika Nomor 000.7.1.3/0241/2026 tertanggal 30 Maret 2026, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu dana Otsus dan DTI diminta mengirimkan tiga orang perwakilan untuk mengikuti forum tersebut. Pelaksanaan Musrenbang ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua serta Peraturan Pemerintah Nomor 107 Tahun 2021 terkait perencanaan pembangunan di wilayah Papua.
Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) sendiri merupakan alokasi anggaran dari pemerintah pusat yang ditujukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah, khususnya di Papua, guna mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, sehari sebelumnya, Pemkab Mimika juga telah menggelar Musrenbang RKPD Tahun 2026 pada tanggal 30 Maret 2026 di Aula Bappeda Mimika. Kegiatan tersebut mengusung tema “Akselerasi Ekonomi Kerakyatan berbasis Kearifan Lokal, Pemberdayaan UMKM dan Koperasi, serta Percepatan Digitalisasi Layanan Publik”.
Musrenbang RKPD dihadiri oleh Bupati Mimika Johannes Rettob, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau, pimpinan OPD, serta unsur Forkopimda. Musrenbang ini merupakan bagian dari proses penyusunan rencana pembangunan daerah Kabupaten Mimika untuk tahun 2027, yang bertujuan menyelaraskan prioritas pembangunan dari tingkat distrik dengan kebijakan pembangunan daerah.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, sejumlah program prioritas telah dibahas dan akan disinkronkan dengan pemerintah provinsi. “Program prioritas ini nantinya akan kita bahas lagi bersama provinsi. Pada akhirnya, seluruh program harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan pelayanan serta pendampingan masyarakat, khususnya dalam pengembangan produk lokal.
Menurutnya, produk asli Mimika saat ini mulai berkembang dan bahkan telah menembus pasar internasional. “Produk-produk lokal kita sudah mulai bertumbuh, bahkan sudah ada yang dipasarkan hingga ke luar negeri seperti Belanda dan Amerika. Ini menunjukkan potensi ekonomi berbasis masyarakat sangat besar,” katanya.
Johannes juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital, termasuk marketplace, dalam memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM. “Kita harus memanfaatkan teknologi digital. Produk kita sudah ada yang dijual secara online dan itu membantu meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap melalui forum Musrenbang, seluruh program yang disusun dapat dipadukan dan diprioritaskan secara tepat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.