Timika, TF – Pada penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Otonomi Khusus dan Dana Tambahan Infrastruktur (Musrenbang Otsus DTI) Tahun 2026, Asisten II Bidang Perekonomian dan Keuangan Setda Mimika, Santi Sondang, S.IP., mengingatkan pentingnya penggunaan dana Otonomi Khusus (otsus) yang benar-benar menyentuh masyarakat, Selasa (31/03/2026), di salah satu hotel yang ada di kota Timika.
Dalam arahannya, Santi menyampaikan bahwa pesan yang disampaikannya merupakan arahan langsung dari Bupati Mimika yang diwakilinya pada penutupan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa dana otsus bukan sekadar angka dalam perencanaan, melainkan harus mampu memberikan dampak nyata, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP). Ia bahkan menekankan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan harus “menyentuh kulit dan meresap ke tulang”.
Menurutnya, masih terdapat tantangan dalam implementasi program otsus, sehingga diperlukan komitmen bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar perencanaan yang telah disusun dapat dijalankan secara maksimal di lapangan.
Ia menekankan tiga poin utama yang harus menjadi perhatian, yakni ketepatan sasaran program, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran, serta sinergi antar sektor. Ketiga hal tersebut dinilai menjadi kunci agar program otsus tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terintegrasi.
Lebih lanjut, Santi juga menyoroti pentingnya integrasi antara sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Hal ini bertujuan agar hasil pembangunan di bidang pendidikan dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, melalui pelaksanaan Musrenbang Otsus DTI ini, pemerintah daerah telah menghimpun berbagai usulan dan prioritas pembangunan yang akan menjadi dasar dalam penyusunan program ke depan.
Selain sebagai forum perencanaan, kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan program otsus yang telah berjalan, guna memastikan arah kebijakan pembangunan tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan ditutupnya Musrenbang Otsus DTI Tahun 2026, diharapkan seluruh program yang dirumuskan tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat Mimika. [Linthon]