Timika, TF – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, industri kreatif menjadi salah satu sektor yang menawarkan peluang besar bagi generasi muda. Tidak hanya mampu menciptakan lapangan pekerjaan, sektor ini juga membuka ruang bagi anak-anak muda untuk mengubah ide, hobi, dan bakat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
Di Indonesia, ekonomi kreatif berkembang melalui berbagai subsektor, mulai dari desain komunikasi visual, fotografi, videografi, periklanan, musik, seni pertunjukan, kuliner, fashion, aplikasi digital, pengembangan gim, konten media sosial, hingga penyelenggaraan event atau event organizer (EO). Berbagai subsektor tersebut kini menjadi bagian penting dalam perekonomian karena mampu menciptakan nilai tambah dari kreativitas dan inovasi.
Bagi generasi muda Papua, peluang ini semakin terbuka lebar. Kemajuan media sosial dan teknologi digital memungkinkan siapa saja untuk memperkenalkan karya, membangun jaringan, hingga memperoleh penghasilan tanpa harus meninggalkan daerah asalnya. Kreativitas yang dipadukan dengan keberanian untuk mencoba menjadi modal utama untuk berkembang di era saat ini.
Salah satu sosok yang membuktikan bahwa kreativitas mampu membuka jalan menuju kesuksesan adalah Zoelfabanyo, seorang pelaku industri kreatif dan penyelenggara berbagai event besar di Tanah Papua. Saat ini ia dikenal sebagai pendiri sekaligus penggerak Fabanyo Corps, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyelenggaraan event, sport event, promosi, dan berbagai aktivitas kreatif lainnya.
Perjalanan Zoelfabanyo di dunia kreatif tidak dimulai secara instan. Ia pertama kali mengenal dunia event pada tahun 2012 saat terlibat sebagai panitia dalam penyelenggaraan Development Basketball League (DBL) Papua. Pengalaman tersebut menjadi titik awal yang mengubah arah hidupnya hingga kini.
“Pertama kali saya belajar event adalah saat ikut menjadi panitia DBL Papua tahun 2012. Dari event itulah saya mulai tertarik dan akhirnya terus menggeluti dunia event sampai sekarang,” ungkap Zoelfabanyo.
Semasa SMA, ia aktif di Balobe Organizer, sebuah komunitas yang menjadi tempatnya belajar mengenai dunia kreatif dan penyelenggaraan kegiatan. Ketika memasuki bangku kuliah, semangat tersebut semakin berkembang hingga akhirnya ia mendirikan event organizer sendiri bernama Soul Creative.
Salah satu pencapaian yang paling berkesan dalam perjalanan kariernya adalah saat menyelenggarakan Papua Run n Colour Party pada tahun 2015. Event tersebut menjadi salah satu ajang lari warna pertama di Papua dan berhasil menarik sekitar 600 peserta yang didominasi kalangan anak muda.
Menariknya, kegiatan tersebut terlaksana tanpa dukungan sponsor.
“Kami berpikir bahwa event ini harus tetap berjalan meskipun membutuhkan biaya yang besar. Akhirnya kami memutar seluruh anggaran dari hasil pendaftaran peserta dan berhasil menyelenggarakannya dengan baik,” kenangnya.
Keberhasilan itu menjadi pintu masuk bagi berbagai kerja sama dengan sejumlah pihak dan perusahaan. Beragam event besar kemudian berhasil digelar, mulai dari konser D’Masiv melalui event Soundsations Jayapura, konser Lyla, turnamen futsal HUT TNI, berbagai kegiatan olahraga dan seni bersama mahasiswa penerima beasiswa LPMAK di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), hingga peresmian Monalisa Beach Resort di Nabire.
Setelah beberapa tahun fokus sebagai pemain dan pelatih futsal, pada tahun 2020 Zoelfabanyo kembali dipercaya untuk mengelola event olahraga tingkat pelajar yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 2 Jayapura di GOR Cenderawasih.
Pengalaman panjang tersebut kemudian melahirkan Fabanyo Corps pada tahun 2023.
Sejak berdiri, Fabanyo Corps telah menangani berbagai kegiatan berskala regional maupun nasional, di antaranya MyPertamina Cup Basket 2023, Papua Coffee Expo 2023, HUT Pertamina Patra Niaga 2024, MyPertamina Futsal League 2024, Futsal Series Regional Jayapura dan Timika, Jayapura Futsal League 2025, hingga Coaching Clinic Papua Football Academy berkolaborasi dengan KNVB International Academy di Mimika Sport Complex pada tahun 2025.
Tahun 2026, Fabanyo Corps kembali dipercaya mengelola sejumlah agenda besar, termasuk MyPertamina Sport Series Futsal dan Basketball antar-SMA se-Tanah Papua di Jayapura serta MyPertamina Timika Coffeeshop x Media Minisoccer Tournament 2026.
Bagi Zoelfabanyo, keberhasilan dalam industri kreatif bukan semata-mata soal modal besar, melainkan keberanian untuk berpikir berbeda dan mengambil langkah nyata.
Menurutnya, anak muda harus mulai membangun pola pikir kreatif dalam kehidupan sehari-hari. Kreativitas bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memanfaatkan media sosial secara positif, menciptakan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar, hingga mengembangkan kemampuan yang dimiliki menjadi sesuatu yang bernilai.
“Di era digitalisasi ini, kita sebagai anak muda harus terus berpikir kreatif dalam segala hal. Kreativitas bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti penggunaan media sosial, membuat kegiatan-kegiatan positif, serta mengembangkan bakat dari kemampuan yang kita miliki,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kreativitas tidak selalu harus menghasilkan karya besar. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan untuk berpikir aktif, berani mencoba hal baru, dan melihat setiap tantangan sebagai kesempatan untuk belajar.
Menurutnya, banyak ide brilian yang gagal berkembang karena hanya berhenti sebagai wacana. Padahal, kreativitas baru akan memiliki nilai ketika diwujudkan menjadi tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten.
“Yang penting adalah ketika berpikir kreatif, kita juga harus berpikir untuk mewujudkannya. Inspirasi bisa muncul dari mana saja dan kapan saja. Tinggal bagaimana kita mengubah inspirasi itu menjadi sesuatu yang positif,” katanya.
Zoelfabanyo juga mengajak generasi muda untuk tidak takut memulai dari hal kecil. Sebab, karya sederhana yang terus diperbaiki akan menjadi bekal penting dalam membangun kepercayaan diri dan kemampuan menghadapi tantangan masa depan.
Ia meyakini bahwa anak muda yang memiliki jiwa kreatif akan lebih siap menciptakan peluang kerja, bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
“Berpikirlah sekreatif mungkin, bermimpilah setinggi mungkin. Karena bisa jadi suatu saat nanti, pikiran kreatif itulah yang akan mewujudkan mimpimu,” tutupnya.
Industri Kreatif Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Peluang Masa Depan
Kisah perjalanan Zoelfabanyo menjadi bukti bahwa kreativitas yang dipadukan dengan keberanian untuk bertindak dapat melahirkan peluang besar. Dari seorang panitia event sekolah hingga dipercaya menangani berbagai kegiatan berskala regional, semuanya berawal dari satu langkah kecil untuk mencoba.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, industri kreatif menawarkan masa depan yang cerah bagi generasi muda Papua. Bukan hanya sebagai tempat menyalurkan bakat, tetapi juga sebagai sektor ekonomi yang mampu menciptakan penghasilan, membangun jaringan, dan membuka peluang tanpa batas.
Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah anak muda bisa sukses di industri kreatif, melainkan seberapa berani mereka memulai dan mewujudkan ide-ide yang ada dalam pikirannya. Karena sering kali, masa depan yang besar berawal dari satu ide kreatif yang berani dijalankan. [Linthon]