Timika, TF – Akses utama menuju kawasan Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, lumpuh sementara setelah sekelompok warga melakukan aksi pemalangan di area Check Point, Kamis (4/6/2026) pagi.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 05.30 WIT itu menyebabkan arus kendaraan menuju kawasan Kuala Kencana terhenti. Ratusan karyawan yang hendak berangkat bekerja sempat tertahan di depan gerbang masuk karena jalan utama ditutup oleh massa.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah kendaraan operasional, mulai dari sepeda motor hingga bus pengangkut karyawan, tidak dapat melintas dan terpaksa menunggu perkembangan situasi.
Salah seorang karyawan, John, mengatakan para pekerja tidak dapat memasuki kawasan Kuala Kencana melalui jalur utama akibat aksi pemalangan tersebut.
“Pagi ini ada aksi pemalangan di depan pintu masuk check point. Karyawan semua tidak bisa masuk pagi ini karena masih ada aksi demo,” ujarnya dalam rekaman video yang diterima media ini.
Untuk menghindari gangguan operasional yang lebih luas, para pekerja kemudian diarahkan menggunakan akses alternatif. Karyawan akhirnya dapat menuju lokasi kerja melalui jalur darurat yang disiapkan.
“Karyawan masuk lewat pintu emergency di 32. Kalau pintu utama masuk Kuala Kencana masih ditutup,” tambahnya.
Hingga siang hari, massa masih bertahan di lokasi dan akses utama menuju Kuala Kencana belum kembali dibuka. Sejumlah personel dari Polsek Kuala Kencana telah berada di lokasi guna melakukan pengamanan serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Belum diketahui secara pasti tuntutan yang melatarbelakangi aksi pemalangan tersebut. Aparat keamanan masih melakukan pemantauan dan pendekatan kepada massa yang berada di area Check Point.