Timika, TF — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menapakkan langkahnya ke pusat kendali digital Pemerintah Kabupaten Mimika, saat mengunjungi ruang Mimika Command Center yang berada di kompleks pusat pemerintahan di Jalan Poros SP3, Kuala Kencana, Timika, Papua Tengah.
Kunjungan ini bukan sekadar melihat fasilitas, tetapi menyaksikan langsung bagaimana “otak” pelayanan publik Mimika bekerja secara real-time. Di ruangan yang menjadi pusat kendali program Mimika Center itu, Wapres juga diperlihatkan sistem pemantauan melalui CCTV yang terpasang di sejumlah titik jalan di Kota Timika, yang digunakan untuk memonitor arus lalu lintas dan kondisi kota secara langsung. Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika, Gubernur Papua Tengah dan juga kepala dinas Kominfo Mimika.
Di hadapan Wapres, Bupati Johannes Rettob memaparkan secara rinci bagaimana Mimika Center dibangun sebagai fondasi transformasi digital pemerintahan daerah. Ia menjelaskan bahwa platform ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan sistem terpadu yang menghubungkan lebih dari 35 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam satu jaringan berbasis Single Sign-On (SSO), sehingga seluruh data, layanan, dan pengambilan keputusan dapat berjalan cepat, akurat, dan terintegrasi.
Lebih jauh, Johannes menekankan bahwa Mimika Center merupakan program unggulan daerah yang berada di bawah naungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Mimika, sekaligus menjadi bagian dari reformasi birokrasi yang menempatkan pelayanan publik sebagai prioritas utama. Melalui sistem ini, pemerintah mampu merespons keluhan masyarakat secara langsung, memantau kinerja OPD secara transparan, hingga menghadirkan dashboard data real-time bagi pimpinan daerah untuk mengambil kebijakan yang tepat sasaran.
Program yang resmi diluncurkan pada 19 Juni 2025 ini juga diperkuat dengan kehadiran Meno AI, asisten digital berbasis kecerdasan buatan yang dapat diakses masyarakat, termasuk melalui layanan WhatsApp di nomor 0812-8888-0101. Tak hanya itu, fitur media monitoring yang terintegrasi memungkinkan pemerintah memantau ratusan pemberitaan media secara langsung, guna membaca persepsi publik dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Momen paling menarik terjadi saat Wapres berinteraksi langsung lewat call video dengan tiga warga yang memanfaatkan kanal pengaduan Mimika Lapor, salah satu pilar utama dalam Mimika Center. Di layar command center, Wapres menyaksikan bagaimana laporan masyarakat masuk dan ditindaklanjuti oleh OPD terkait.
Ketiga warga tersebut secara terbuka menyampaikan tingkat kepuasan mereka terhadap pelayanan pemerintah daerah. Mereka mengaku kini lebih mudah menyampaikan keluhan dan merasakan respons yang cepat dari pemerintah.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati. Dengan program ini, kami merasa lebih dekat dan didengar,” ungkap salah satu warga.
Kesaksian tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehadiran teknologi mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat secara lebih efektif.

Usai meninjau dan berdialog, Wapres meninggalkan pesan “Semangat terus untuk semua jajaran. Terus semangat untuk melayani masyarakat. Selesaikan semua keluhan publik dengan tuntas dan cepat:”. Hal tersebut ditulis langsung pada papan tulis yang disiapkan pada ruang Command Center—sebuah pesan yang rencananya akan dipajang dan menjadi bagian dari ruang kerja tersebut.
Kalimat sederhana itu menjadi penegas arah sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Mimika. Bagi Bupati Johannes Rettob, pesan tersebut bukan hanya simbol kunjungan, tetapi juga dorongan moral untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Melalui program Mimika Center, Mimika kini tidak hanya berbicara tentang digitalisasi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi digunakan untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat, responsif, dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Dari ruang Command Center inilah, wajah baru pelayanan publik Mimika dikendalikan—cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan warganya.