Timika, TF — Usai melakukan rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Mimika, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka langsung beranjak menuju Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, untuk memastikan program prioritas pemerintah benar-benar menjangkau wilayah terpencil.
Kunjungan yang berlangsung Selasa (21/04/2026) ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, dan keamanan—sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Di sektor pendidikan, Wapres meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Kristen Yahukimo. Ia menekankan bahwa program pemenuhan gizi bagi siswa harus diprioritaskan di wilayah-wilayah terpencil yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
“MBG itu harusnya diprioritaskan di area-area seperti ini. Kalau belum merata, nanti harus didorong supaya semua bisa menerima,” tegas Wapres.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres melihat langsung proses distribusi makanan kepada siswa serta memastikan program berjalan tepat sasaran. Kehadirannya disambut antusias oleh para guru dan siswa yang merasakan langsung manfaat program tersebut.
Salah satu guru, Teacher Kroni, mengungkapkan bahwa pelaksanaan MBG di sekolah mereka berjalan lancar dan memberikan dampak positif.
“Anak-anak semua dapat dan mereka senang,” ujarnya.
Meski demikian, ia berharap perhatian pemerintah terhadap pendidikan di Papua terus ditingkatkan agar kualitas pembelajaran semakin baik ke depan.

Tak hanya pendidikan, Wapres juga menaruh perhatian serius pada sektor kesehatan dengan meninjau RSUD Dekai. Dalam kunjungan tersebut, ia mendorong peningkatan status rumah sakit dari tipe D menjadi tipe C guna memperluas akses layanan kesehatan rujukan bagi masyarakat di wilayah pegunungan.
“Ada rumah sakit yang nanti akan kita dorong naik kelas menjadi tipe C. Mohon didorong pengadaan alat, dokter spesialis, dan tenaga kesehatannya,” tegasnya.
Dorongan ini dinilai penting mengingat keterbatasan fasilitas kesehatan di Yahukimo, yang selama ini menjadi tantangan dalam pelayanan medis bagi masyarakat. Pemerintah pun berkomitmen untuk memperkuat sarana prasarana serta menambah tenaga kesehatan sebagai bagian dari peningkatan layanan.
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai, menyebut bahwa langkah tersebut akan diiringi dengan penguatan infrastruktur kesehatan secara menyeluruh, termasuk penambahan dokter spesialis dan tenaga medis.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan di Papua tidak bisa dilepaskan dari faktor keamanan yang stabil.
Hal ini sejalan dengan kunjungan Wapres ke Koramil 1715/06 Dekai, di mana ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri atas dedikasi mereka dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif di Yahukimo.
“Terima kasih kepada TNI dan Polri yang sudah menjaga keamanan. Kalau daerahnya aman, program-program bisa masuk dan masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujar Wapres.
Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan fondasi utama agar berbagai program prioritas pemerintah—mulai dari MBG, layanan kesehatan, hingga pembangunan ekonomi—dapat berjalan optimal di wilayah terpencil.
Wapres juga menegaskan bahwa kunjungannya ke Yahukimo merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi menjangkau hingga daerah paling terpencil.
“Kalau Yahukimo aman, otomatis program pemerintah bisa kita bawa masuk ke sini,” katanya.
Ia bahkan menyatakan komitmennya untuk kembali ke Yahukimo dengan membawa lebih banyak dukungan dari pemerintah pusat, termasuk melibatkan kementerian terkait guna mempercepat pembangunan di wilayah tersebut.
Kunjungan ini memperlihatkan pendekatan menyeluruh pemerintah dalam membangun Papua—dimulai dari memastikan anak-anak tidak belajar dalam kondisi lapar, memperkuat layanan kesehatan, hingga menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi utama pembangunan.
Dari Mimika hingga Yahukimo, pesan yang dibawa Wapres jelas: negara harus hadir secara nyata, tidak hanya di pusat, tetapi hingga ke wilayah yang paling membutuhkan. [Linthon]