Timika, TF – Lapangan Goldstone Arena menjadi saksi lahirnya semangat baru generasi muda Mimika. Sebanyak 31 tim tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ambil bagian dalam Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup 2026, Sabtu (18/4/2026), dalam ajang yang tak sekadar kompetisi, tetapi juga panggung pembinaan talenta muda Papua.
Turnamen ini dibuka langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Jermias Rontini, yang menegaskan pentingnya ruang positif bagi pelajar untuk berkembang melalui olahraga.
Ketua Panitia, Kompol Onesimus Umbu Sairo, menyebut turnamen ini dirancang bukan hanya untuk mencari pemenang, tetapi membangun koneksi antar pelajar serta membuka jalan bagi lahirnya bibit atlet potensial.
“Ini bukan sekadar pertandingan, tapi ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat, membangun persahabatan, dan menjauh dari hal-hal negatif,” ujarnya.
Atmosfer kompetisi terasa hidup sejak awal pertandingan. Sorak dukungan, semangat juang para pemain muda, hingga kerja sama tim yang solid menjadi gambaran bahwa Mimika memiliki potensi besar di dunia sepak bola usia dini.
Lebih dari itu, turnamen ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi olahraga di daerah. Dengan keterlibatan 31 tim, Kapolda Cup 2026 memperlihatkan antusiasme tinggi sekaligus kebutuhan akan kompetisi berkelanjutan bagi pelajar.
Kapolda Papua Tengah, Jermias Rontini, mengungkapkan bahwa gagasan turnamen ini telah lama ia rancang sejak menjabat sebagai Kapolres Mimika pada 2012.
“Saya ingin anak-anak punya wadah seperti ini. Sekarang bisa kita wujudkan, dan ke depan akan kita jadikan agenda tahunan setiap Hari Bhayangkara,” katanya.
Ia juga mendorong keterlibatan lebih luas dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pendidikan, untuk terus menghadirkan ruang-ruang pembinaan serupa.
Menurutnya, olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga investasi masa depan generasi muda.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita bantu mereka mengejar mimpi sejak usia sekolah,” tambahnya.
Turnamen Kapolda Cup 2026 menjadi bukti bahwa sepak bola bukan sekadar permainan, tetapi medium pembentukan karakter, disiplin, dan harapan baru bagi generasi muda Mimika untuk melangkah lebih jauh, bahkan hingga level nasional. [Evan]