Razia Lapas Timika, Puluhan Barang Terlarang Disita

Timika, TF – Momentum peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 dimanfaatkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Timika untuk memperketat pengawasan internal melalui razia besar-besaran di dalam area lapas.

Razia gabungan yang digelar pada 9 April 2026 ini melibatkan 27 petugas lapas bersama 51 personel aparat penegak hukum dari Polres Mimika. Sasaran pemeriksaan mencakup sejumlah blok hunian, mulai dari Blok Cendrawasih, Mambruk, Medium, Tamping hingga Blok Wanita.

Kepala Lapas Kelas IIB Timika, Hernowo, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/04/2026), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen memperkuat sistem keamanan dan ketertiban di dalam lapas, sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan.

Menurutnya, keamanan lapas harus dikelola secara terencana, terarah, dan sistematis agar tercipta lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh penghuni.

“Razia ini merupakan langkah nyata untuk mewujudkan lingkungan lapas yang bersih dari penyalahgunaan narkoba maupun barang terlarang lainnya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan razia tersebut, petugas berhasil mengamankan berbagai barang terlarang yang tidak seharusnya berada di dalam lapas. Di antaranya 5 unit telepon genggam, power bank, kabel dan kepala charger, hingga sejumlah benda berpotensi berbahaya seperti pisau cutter, gunting, silet, dan besi.

Selain itu, turut diamankan barang-barang lain seperti korek api, sendok besi, pemotong kuku, speaker, serta perlengkapan listrik yang berpotensi mengganggu keamanan.

Seluruh barang bukti yang ditemukan langsung disita dan dimusnahkan sebagai bentuk penegakan aturan di dalam lingkungan pemasyarakatan.

Hernowo menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mencegah peredaran barang terlarang, termasuk narkoba, serta menjaga stabilitas keamanan di dalam lapas.

Melalui razia ini, Lapas Kelas IIB Timika berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan aman, sekaligus memastikan proses pembinaan warga binaan berjalan optimal sesuai tujuan pemasyarakatan. [Evan]

Scroll to Top