Timika, TF — Kebijakan pembatasan penjualan pinang di Timika bukan sekadar soal komoditas dagang, tetapi menjadi simbol perjuangan Orang Asli Papua (OAP) untuk bertahan dan mendapat ruang ekonomi di tanah mereka sendiri.
Anggota DPRK Mimika jalur khusus, Ester Tsenawatme, menegaskan dukungannya terhadap langkah Satpol PP yang mulai mensosialisasikan Perda Nomor 4 Tahun 2024 tentang perlindungan dan pemberdayaan UMKM OAP. Ia menilai kebijakan tersebut sebagai langkah nyata yang selama ini dinanti masyarakat asli.
“Ini bukan hanya soal jual pinang. Ini soal bagaimana OAP bisa hidup dari apa yang menjadi identitas dan sumber penghidupan mereka,” ujar Ester, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, realitas di lapangan menunjukkan pelaku usaha asli Papua kerap kalah bersaing dengan pedagang dari luar daerah yang memiliki modal dan jaringan lebih kuat. Akibatnya, komoditas khas Papua yang seharusnya menjadi peluang ekonomi bagi OAP justru didominasi pihak lain.
Karena itu, ia menegaskan bahwa penjualan pinang, sagu, dan buah merah seharusnya menjadi ruang eksklusif bagi masyarakat asli Papua.
“Kami bukan tidak mau bersaing, tapi faktanya kami tertinggal. Jadi beri kami ruang untuk berdiri dulu di tanah kami sendiri,” tegasnya.
Ester juga membantah anggapan bahwa kebijakan ini bersifat diskriminatif. Ia menilai langkah tersebut justru merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok yang selama ini termarginalkan secara ekonomi.
“Pedagang lain masih punya banyak pilihan usaha. Tapi bagi OAP, ini adalah sumber hidup yang sangat terbatas,” tambahnya.
Di sisi lain, langkah tegas Satpol PP yang berencana membongkar lapak pedagang non-OAP pada Rabu mendatang diperkirakan akan memicu pro dan kontra di tengah masyarakat. Kebijakan ini menjadi ujian bagi pemerintah daerah dalam menyeimbangkan antara keadilan sosial dan potensi gesekan antar kelompok.
Namun bagi Ester dan sebagian masyarakat OAP, kebijakan ini bukan sekadar aturan, melainkan bentuk keberanian untuk mengembalikan hak ekonomi masyarakat asli yang selama ini terpinggirkan.
“Kalau bukan sekarang, kapan lagi OAP bisa bangkit?” tutupnya. [Evan]