Antrean Bak Ular, Warga Berebut LPG di Agen Resmi

Timika, TF – Antrean panjang warga terlihat di salah satu agen resmi LPG di Kabupaten Mimika, Senin (6/4/2026). Pemandangan ini bahkan diibaratkan seperti ular memanjang, seiring banyaknya masyarakat yang datang untuk mendapatkan gas.

Sejak pagi hingga siang hari, warga terus berdatangan dan rela mengantre berjam-jam demi memperoleh LPG. Kondisi ini terjadi akibat terbatasnya distribusi dan perubahan sistem penyaluran yang kini difokuskan melalui agen resmi.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah mengantre sejak pagi dan menyampaikan keluhannya saat ditemui di lokasi antrean.

“Dari pagi kami sudah antre, panjang sekali sampai seperti ular. Belum tentu juga dapat, karena stoknya terbatas,” ujarnya saat mengantre.

Menurutnya, situasi ini sangat menyulitkan masyarakat, terutama untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya yang juga ditemui di lokasi antrean. Ia menilai, meskipun distribusi diarahkan melalui agen resmi, kondisi di lapangan justru membuat masyarakat semakin kesulitan.

“Di agen dibatasi, jadi semua orang kumpul di satu tempat. Akhirnya antre panjang sekali. Di pengecer juga susah, karena sekarang tidak bisa tukar tabung kosong,” katanya saat mengantre.

Warga menyebutkan, di tingkat pengecer memang terjadi kenaikan harga sekitar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu dari harga normal. Namun, persoalan utama bukan hanya pada kenaikan tersebut, melainkan perubahan sistem pembelian.

Jika sebelumnya masyarakat dapat membeli dengan sistem tukar tabung kosong dengan tabung berisi, kini sebagian penjual hanya melayani pembelian satu paket lengkap beserta tabungnya. Akibatnya, warga harus mengeluarkan biaya besar, bahkan mencapai sekitar Rp650 ribu untuk mendapatkan gas.

Kondisi ini membuat beban ekonomi masyarakat semakin meningkat, terutama bagi mereka yang bergantung pada LPG untuk kebutuhan sehari-hari.

Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk menambah pasokan serta memperbaiki sistem distribusi, agar antrean panjang tidak terus terjadi dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. [Ryan/Linthon]

Scroll to Top