Timika, TF – Sebanyak 78 Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Mimika ambil bagian dalam pawai budaya untuk memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang digelar di Kota Timika, Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada anak-anak sejak usia dini sekaligus menggaungkan pentingnya perlindungan terhadap anak.
Ratusan peserta didik tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mengikuti pawai dengan rute dimulai dari halaman Eme Neme Yauware, melintasi Jalan Belibis menuju Bank Papua, kemudian kembali melalui Jalan Belibis dan berakhir di titik awal.
Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Mimika, Antoneta Manuhutu, mengatakan pawai budaya merupakan agenda rutin dalam peringatan Hari Anak Nasional. Selain memeriahkan HAN, kegiatan tersebut menjadi sarana mengenalkan kekayaan budaya nusantara kepada anak-anak.
“Hari ini kami sangat bangga karena antusias sekolah maupun orang tua sangat luar biasa. Semua dapat berjalan dengan baik berkat kolaborasi bersama Dinas Pendidikan,” ujar Antoneta.
Ia menjelaskan, peringatan Hari Anak Nasional tahun ini mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi Masa Depannya”. Tema tersebut mengingatkan bahwa perlindungan, pendidikan, dan pembinaan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.
Menurut Antoneta, penggunaan pakaian adat juga menjadi media pembelajaran agar anak-anak mengenal budaya Papua sekaligus memahami keberagaman budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia berharap para guru terus berkomitmen mendidik anak-anak di Mimika agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Alowisia Emakeparo, menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab satuan PAUD, tetapi harus menjadi perhatian seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK.
Menurutnya, Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen semua pihak dalam memenuhi hak-hak anak, terutama hak memperoleh perlindungan dan pendidikan.
“Anak-anak harus mendapatkan perlindungan sejak usia dini. Orang tua maupun guru memiliki peran penting agar tidak terjadi penelantaran anak dan mereka memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan,” katanya.
Alowisia menambahkan, pembinaan dan perlindungan anak harus dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini hingga remaja agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berkualitas.
Ia juga mengapresiasi dukungan Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika yang telah memfasilitasi pelaksanaan peringatan Hari Anak Nasional ke-42 sehingga kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh semangat.