Timika, TF – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika menggelar pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat lintas agama di Gereja St. Stefanus SP6, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan perdana tersebut diikuti ratusan warga dari berbagai latar belakang agama.
Ketua FKUB Mimika, Jeffry Kris Hutagalung, mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat.
Menurutnya, kesehatan menjadi fondasi utama bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk beribadah dan bekerja.
“Umat beragama harus sehat terlebih dahulu. Bagaimana bisa beribadah dan bekerja jika kondisi kesehatan tidak baik,” kata Jeffry.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut juga menjadi langkah edukasi agar masyarakat tidak melakukan pengobatan secara mandiri tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
“Sering kali masyarakat menjadi dokter bagi dirinya sendiri dan mengonsumsi obat tanpa pemahaman yang benar. Melalui kegiatan ini, jika ditemukan penyakit tertentu, warga bisa langsung berkonsultasi dan dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.
Pelayanan kesehatan tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa membedakan agama. Sejumlah warga Muslim dan pemeluk agama lain turut memanfaatkan layanan yang disediakan.
FKUB Mimika bekerja sama dengan Rumah Sakit Herlina dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dengan melibatkan empat tenaga medis yang terdiri dari dokter umum dan dokter spesialis. Panitia sebelumnya menyiapkan 100 kupon pelayanan, namun jumlah peserta diperkirakan melebihi target awal karena tingginya antusiasme masyarakat.
Sebelum pelayanan kesehatan dimulai, peserta terlebih dahulu menerima pemaparan wawasan kebangsaan dari perwakilan Kesbangpol Mimika. Setelah itu, Ketua FKUB memberikan materi singkat terkait pentingnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Jeffry menilai kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat moderasi beragama dan kebersamaan di Kabupaten Mimika.
“Ini menunjukkan harmoni, moderasi beragama, sekaligus wawasan kebangsaan dapat berjalan bersama,” katanya.
FKUB Mimika juga telah menyiapkan agenda sosial berikutnya berupa sunatan massal yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni 2026 di halaman Kantor FKUB Mimika dan terbuka bagi masyarakat umum. [Linthon]