Timika, TF — Di tengah proses pemulihan pascakonflik di wilayah Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, secercah harapan kembali terlihat dari langkah-langkah kecil namun berarti: anak-anak kembali ke sekolah. Bukan hanya belajar, mereka kini diantar dan dijemput langsung oleh aparat kepolisian—sebuah bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga masa depan generasi muda.
Situasi keamanan yang kini berangsur kondusif membuat aktivitas masyarakat perlahan kembali normal. Salah satu yang paling terdampak sebelumnya adalah sektor pendidikan, khususnya di SDN Inpres Uta 2 Kapiraya, yang sempat terhenti akibat kondisi keamanan yang tidak stabil.
Namun sejak Selasa (21/04/2026), suasana sekolah kembali hidup. Tawa anak-anak mulai terdengar, dan proses belajar mengajar kembali berjalan seperti sediakala.
Kapolres Mimika, Billyandha Hildiario Budiman melalui Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, menyampaikan bahwa aktivitas pendidikan di sekolah tersebut telah kembali normal.
“Aktivitas belajar mengajar sudah aktif kembali,” ujarnya.
Di balik kembalinya aktivitas tersebut, terdapat upaya intens yang dilakukan pihak kepolisian. Melalui koordinasi berkelanjutan dengan para guru, aparat berupaya meyakinkan bahwa situasi di Kapiraya sudah aman untuk kembali membuka sekolah.
Kapolsek Mimika Barat bahkan turun langsung untuk memastikan para tenaga pendidik merasa aman dan siap kembali menjalankan tugas mereka.
Hasilnya, para guru akhirnya kembali ke sekolah, dan kesepakatan pun dicapai bersama orang tua murid: anak-anak akan diantar dan dijemput langsung oleh aparat kepolisian demi menjamin keamanan mereka.
Sejak Senin (20/04/2026), pemandangan berbeda pun terlihat di Kapiraya. Anggota kepolisian tidak hanya berjaga, tetapi juga berperan sebagai pengantar dan penjemput siswa—mengawal mereka menuju ruang kelas dengan rasa aman.
Langkah ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah, yang merasa terbantu sekaligus lebih percaya diri untuk kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar.
“Pihak sekolah sangat berterima kasih kepada personel pengamanan yang sudah membantu dan meyakinkan orang tua murid bahwa anak-anak aman,” ungkap Iptu Hempy.
Bagi masyarakat Kapiraya, kehadiran polisi bukan hanya soal keamanan, tetapi juga tentang memulihkan kepercayaan. Dari jalan menuju sekolah hingga ke ruang kelas, perlahan-lahan kehidupan kembali berjalan.
Dan di antara langkah kaki kecil anak-anak menuju sekolah, tersimpan harapan besar—bahwa masa depan mereka tetap terjaga, meski sempat terhenti oleh konflik. [Linthon]