Ketua PGGM Mimika: Pawai Obor Paskah Simbol Kasih dan Toleransi

Timika, TF – Perayaan Hari Paskah di Kabupaten Mimika diwarnai dengan kegiatan pawai obor yang melibatkan ratusan gereja. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu dini hari, 5 April 2026, sekitar pukul 01.00 WIT, dengan titik kumpul di kawasan Pasar Lama, Jalan Yos Sudarso, Distrik Mimika Baru.

Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Mimika (PGGM), Pdt. P. Victor Warint, STh., mengatakan bahwa lebih dari 300 gereja diundang untuk ambil bagian dalam pawai obor tersebut. Meski demikian, tidak seluruh jemaat hadir sejak awal, karena sebagian mengikuti rangkaian ibadah di gereja masing-masing.

“Pawai ini kita mulai lebih awal, dan nantinya pada pukul 03.00 WIT para jemaat akan kembali ke gereja masing-masing untuk melanjutkan ibadah Paskah,” ujarnya saat diwawancarai pada kegiatan pawai obor.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga menjadi simbol kuat dari kehidupan sosial masyarakat Mimika yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan.

“Melalui pawai obor ini, kita ingin menunjukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa masyarakat Kabupaten Mimika hidup dalam balutan cinta kasih, toleransi, dan kerukunan antar umat beragama yang terus dijaga, termasuk dengan pemerintah daerah,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pawai yang lebih meriah akan kembali digelar pada 7 April 2026 mendatang. Pada kegiatan tersebut, seluruh elemen lintas agama akan dilibatkan secara lebih luas, tidak hanya tokoh-tokoh agama seperti pada pelaksanaan kali ini.

“Kalau hari ini yang hadir sebagian besar tokoh lintas agama, maka pada pawai berikutnya kita akan mengajak seluruh umat dari berbagai agama untuk ikut bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pdt. Victor menegaskan bahwa Paskah memiliki makna mendalam bagi umat Kristiani. Paskah bukan hanya peringatan kebangkitan Yesus Kristus, tetapi juga menjadi simbol kemenangan atas dosa dan kematian, serta membawa harapan baru bagi kehidupan.

“Bagi umat Kristiani, Paskah adalah momen refleksi iman. Kebangkitan Kristus menjadi tanda kasih Tuhan yang sempurna kepada manusia, sekaligus mengajarkan tentang pengorbanan, pengampunan, dan kehidupan yang baru,” ungkapnya.

Ia berharap semangat Paskah dapat terus mendorong umat untuk hidup dalam damai, saling mengasihi, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman yang ada di Mimika. [Ryan/Linthon]

Scroll to Top