Timika, TF — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika resmi menjalin kerja sama pemeliharaan mesin tempel dengan AUT Board Motor DF 300AP DENGAN SUZUKI AMUNGME. Kerja sama ini dilakukan pada tanggal 6 Mei 2026 lalu, sebagai langkah strategis untuk menjaga kesiapan peralatan operasional speed board dalam penanganan bencana di wilayah Mimika.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahaded, S.Sos., M.Si menjelaskan bahwa perawatan peralatan menjadi hal penting mengingat nilai mesin tempel yang cukup mahal dan memiliki fungsi vital dalam mendukung mobilitas tim di lapangan, terutama saat penanganan bencana di wilayah pesisir maupun daerah sulit dijangkau.
“Kami mencari pihak ketiga yang benar-benar bisa melakukan maintenance terhadap peralatan yang kami miliki. Karena alat-alat ini nilainya besar dan sangat penting untuk operasional, maka harus dirawat dengan baik dan profesional,” ujar Agustina saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (07/05/2026).
Ia mengatakan, kerja sama dipilih bersama Suzuki Amungme Marine Timika karena sebagian besar mesin tempel yang dimiliki BPBD Mimika menggunakan merek Suzuki, sehingga pemeliharaan dapat dilakukan secara lebih maksimal dan sesuai standar teknis pabrikan.
Melalui kerja sama tersebut, sejumlah aspek pemeliharaan akan dilakukan secara rutin dan berkala. Di antaranya servis mesin tempel, penggantian oli, pembersihan karburator, hingga pengecekan sistem pendingin mesin untuk memastikan performa tetap optimal saat digunakan dalam kondisi darurat.
Selain pemeliharaan rutin, kerja sama ini juga mencakup perbaikan atau reparasi apabila terjadi kerusakan pada mesin tempel. Dengan adanya dukungan teknisi resmi, proses penanganan kerusakan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
BPBD Mimika juga memastikan penggunaan suku cadang asli (genuine parts) Suzuki dalam setiap proses perawatan maupun penggantian komponen. Hal ini penting untuk menjaga kualitas mesin sekaligus memperpanjang usia pakai peralatan operasional.
Tak hanya itu, pemeriksaan menyeluruh terhadap beberapa komponen penting juga menjadi bagian dari kerja sama tersebut, seperti pengecekan baling-baling, sistem kelistrikan, hingga sistem bahan bakar.
Menurut Agustina, kesiapan peralatan menjadi salah satu faktor utama dalam menunjang respons cepat penanganan bencana di Mimika. Karena itu, pihaknya ingin memastikan seluruh armada dan perlengkapan operasional selalu dalam kondisi prima saat dibutuhkan masyarakat.
“Ketika terjadi bencana, kita tidak bisa menunggu alat rusak baru diperbaiki. Semua harus siap digunakan kapan saja. Itu sebabnya pemeliharaan rutin menjadi sangat penting,” tegasnya.
Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas operasional BPBD Mimika sekaligus memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Mimika. [Linthon]