Wapres Gibran ke Raja Ampat, Serap Aspirasi dan Genjot Program Prioritas

Timika, TF — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Raja Ampat, Rabu (22/04/2026), untuk memastikan program prioritas pemerintah berjalan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat—dari ruang kelas, kampung nelayan, hingga pelaku pariwisata.

Kunjungan diawali dengan penyambutan adat di Bandara Marinda. Tari Gale-Gale dan prosesi Mansorandak menyambut kedatangan Wapres, yang kemudian dikenakan noken dan topi tradisional sebagai simbol penerimaan serta doa dari masyarakat setempat. Suasana hangat itu menjadi pembuka agenda kerja yang padat dan langsung menyentuh kebutuhan warga.

Dari bandara, Wapres bergerak ke SD Negeri 2 Waisai untuk meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di dalam kelas, ia melihat langsung pembagian makanan kepada siswa—menu sederhana namun bergizi sebagai upaya mendukung tumbuh kembang anak-anak di wilayah terluar.

Tak lama berselang, Wapres melanjutkan kunjungan ke Kampung Nelayan Merah Putih Warmasen. Di lokasi ini, ia mengecek fasilitas seperti pabrik es, gudang beku, dan shelter docking yang menjadi tulang punggung aktivitas nelayan. Namun, di balik fasilitas tersebut, Wapres juga menemukan sejumlah tantangan.

Dalam dialog terbuka, nelayan menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari keterbatasan kapal hingga sulitnya akses bahan bakar. Menanggapi hal itu, Wapres meminta pendataan kebutuhan secara rinci agar solusi yang diberikan pemerintah tepat sasaran.

“Ini kita mulai sebagai pilot project. Kalau berhasil, akan kita kembangkan ke daerah lain,” tegasnya.

Tak hanya sektor pendidikan dan perikanan, Wapres juga memberi perhatian pada sektor pariwisata—salah satu kekuatan utama Raja Ampat. Dalam pertemuan bersama pelaku usaha dan komunitas wisata, ia mendengarkan langsung berbagai aspirasi terkait pengelolaan destinasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Para pelaku wisata berharap pemerintah pusat mengawal implementasi Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIPDN) Raja Ampat 2024–2044, termasuk menghadirkan lembaga khusus yang mampu mengoordinasikan pengembangan pariwisata secara menyeluruh.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Pasar Rakyat Snon Bukor untuk menyapa pedagang, sebelum Wapres meninjau RSUD Raja Ampat. Rumah sakit tersebut diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan utama, meski masih membutuhkan dukungan alat kesehatan agar dapat beroperasi secara maksimal.

Rangkaian kunjungan ini menegaskan satu hal: pemerintah tidak hanya menjalankan program dari balik meja, tetapi hadir langsung di lapangan—mendengar, melihat, dan merespons kebutuhan masyarakat.

Dari pendidikan, perikanan, kesehatan, hingga pariwisata, langkah Wapres di Raja Ampat menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan Indonesia diarahkan lebih merata, menjangkau wilayah terluar, tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi kekuatan lokal. [Linthon]

Scroll to Top