Timika, TF – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggencarkan langkah konkret pengendalian sampah dan perlindungan lingkungan melalui kegiatan Aksi Iklim yang digelar di Distrik Mimika Timur, Jumat (22/5/2026). Kegiatan yang melibatkan PT Freeport Indonesia itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Fokus kegiatan tidak hanya sebatas seremoni peringatan tahunan, tetapi diarahkan pada upaya membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat hingga tingkat distrik. Salah satu langkah yang disorot adalah penguatan peran Kios Sampah atau Bank Sampah sebagai sarana pengurangan timbulan sampah dari sumbernya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Jefri Deda, S.Sos., mengatakan pihaknya saat ini menjalankan sejumlah program yang menitikberatkan pada pengolahan sampah organik dan pembatasan sampah sekali pakai.
“Program yang dijalankan meliputi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos sebagai upaya pengurangan timbulan sampah, serta pembatasan jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan,” ujarnya.
Menurut Jefri, program tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah Nomor 37 Tahun 2025 tentang Pembatasan Penggunaan Kantong Plastik, Wadah, dan Kemasan Plastik Sekali Pakai.
Ia juga mengungkapkan bahwa keberadaan Kios Sampah di Distrik Mimika Timur merupakan respons atas kebutuhan masyarakat setempat. Seiring meningkatnya kesadaran warga, banyak masyarakat kini mulai memanfaatkan fasilitas tersebut dengan menukarkan sampah yang dikumpulkan dengan berbagai kebutuhan atau insentif yang disediakan.
Sementara itu, Bupati Mimika melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau, S.Pd., menegaskan bahwa persoalan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia menekankan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum memperkuat budaya hidup bersih dan kepedulian terhadap lingkungan, terutama di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah dan pelestarian ekosistem.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala DLH Mimika, perwakilan PT Freeport Indonesia, serta masyarakat Distrik Mimika Timur yang terlibat dalam aksi lingkungan dan edukasi pengelolaan sampah.