BPBD Mimika Minta Warga Siaga Hadapi Ancaman Bencana Sejak Dini

Timika, TF – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana dengan memahami langkah-langkah mitigasi sejak dini. Upaya tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian apabila bencana terjadi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahaded, S.Sos., M.Si, mengatakan kesiapsiagaan masyarakat merupakan kunci utama dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, mitigasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat agar tidak menunggu bencana datang baru bersiap. Pengetahuan tentang mitigasi harus dimiliki sejak dini sehingga ketika terjadi keadaan darurat, masyarakat sudah mengetahui apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Agustina menjelaskan, Mimika memiliki sejumlah potensi bencana yang perlu diwaspadai. Karena itu, BPBD terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab berbagai jenis bencana, seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, kebakaran, erupsi gunung api, hingga banjir.

Khusus menghadapi banjir, masyarakat diimbau segera melakukan evakuasi apabila kondisi mulai membahayakan. Warga juga diminta menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, alat komunikasi, makanan, air minum, dan perlengkapan darurat lainnya agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat.

Selain kesiapan individu, masyarakat juga diharapkan menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air serta ikut menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.

Agustina menegaskan, edukasi kebencanaan akan terus dilakukan BPBD Mimika agar masyarakat semakin tanggap, tangkas, dan tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

“Harapan kami, budaya sadar bencana dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin sehingga keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” tutupnya.

Scroll to Top